To All Who Seeks For Adventures Will Seek For Death

Sebenarnya, sudah hampir seminggu gue nge post answer ini di Ask.fm, cuman kemarin baru buka facebook dan bokap gue ngetag status tentang kematian teman pecinta alam juga dulu.

Balada Persahabatan Anak Alam

Dari postingan anak sulungku Aliya , sejak kemarin, ia sedang bersedih kehilangan sahabatnya yang gugur dalam mengikuti pendidikan dasar sebuah grup Pecinta Alam (PA) dari Universitas tersohor di Bandung.

Perasaan itu tiba tiba memicu kembali ingatan dari lubuk hati terdalam béb …bagaimana perasaan kehilangan salah satu sobat ‘sagulung sagalang’, yaitu almarhum Irzal.

Irzal ketika itu sedang ingin berekpedisi ke Aconcagua Argentina, dan béb sedang ingin ke Irian (Mamberamo-Carstenzs-Mandala).

Kebersamaan keinginan itulah yang menyebabkan selama nyaris satu tahun béb bolak balik Jakarta Bandung, di Jakarta tidur berlantai berdua di kantor senior W, presentasi bareng, ngopi bareng, berbagi uang makan, berbagi uang transport…., bersama Irzal…

Suatu ketika, Irzal tak akan ke Jakarta karena berencana latihan arung jeram di Sungai Progo. Jadi, siang itu, béb sendiri ke Jakarta dan Irzal berombongan ke Progo.

Selang sehari kemudian, malam hari ketika béb sedang tidur berlantai sendiri di kantor senior W, entah mengapa Irzal datang dalam mimpi béb…

Irzal datang dan berkata “Pin…, urang indit heula nya…! (Pin, saya pergi dulu ya).

Irzal pun kemudian memeluk béb sangat erat dan lama. Sampai sampai béb marah dalam mimpi itu…”maneh siga naon wae atuh..!’ (kamu kayak apa aja sih).

Dan di akhir mimpi, Irzal terbujur putih bersih berkabut seperti yang sudah wafat…., dan béb pun terbagun sambil tersengal sengal…, Irzal irzal ada apa sih….? Namun béb kemudian tertidur kembali….

Esok siangnya béb ditelpun, Irzal dan Bronx hilang di Progo!!! Perahu Avonnya terbalik oleh jeram liar akibat sungai banjir….., dan butuh waktu 4-5 hari untuk menemukan keduanya. Tim SAR, pertama menemukan jasad Bronx, selang sehari kemudian menemukan Irzal…., dan jasadnya diceritakan ditemukan membujur putih bersih.

Bulan bulan berikutnya, béb terus mengurusi ekapedisi Irian, dan béb lalui dengan rasa gundah sedih dan tentunya dalam kesendirian di setiap tidur, ngopi pagi, makan….yang biasanya ditemani Irzal.

Setahun berlalu, ekpedisi Irianpun sudah selesai. Lalu ada kabar bahwa makam sederhana Irzal di Cikutra Bandung akan ditembok. Wak Galih Donikara seperti biasa pandai menggalang dana internal W untuk menembok makam Irzal. Béb sebagai ketua ekspedisi Irian menyetujui menutupi kekurangan biaya penembokan tersebut dari sebagian dana sisa ekpedisi Irian.

Seminggu penembokan selesai, kami berdoa bersama di makam Irzal di Cikutra. Besoknya, ibu Aliya emak Iang (waktu itu masih pacaran ama béb) bercerita bahwa tadi malam Irzal datang dalam mimpi. Irzal datang menyampaikan rasa terima kasihnya makamnya sudah ditembok. Dan Irzal juga bilang…’nuhun nuhun…. salam ka Pindi’

Emak kenal dengan Irzal, namun béb tak pernah cerita apapun tentang penembokan sebelumnya ama emak.

Sahabat béb ‘bang’ Irzal… akan selalu béb kenang sebagai senior yang mengasuh béb yuniornya, seperti adiknya sendiri…., bahkan dalam gaib sekalipun….

Anakku Aliya, béb telah banyak kehilangan sahabat sahabat PA. Mereka semua gugur, dalam memperjuangkan kesetiakawan dan keberanian menyusuri alam yang belum terjelajahi.

Dan…., mereka gugur karena mereka selalu konsisten dalam kesetiakawanannya dan kecintaannya pada alam…
Pesan pesan itulah yang selalu mereka gaungkan….walaupun dengan cara yang gaib sekalipun….

Alam memang milikNYA…, apalagi di dunia extrim seperti PA ini, seringkali Sang Maha sangat terasa kehadiranNYA….

Selamat jalan sahabat anakku ‪#‎PranaAlfarizi‬… semoga engkau menemukan kehadiranNYA dalam cahaya yang terang.

..Amin

It actually touches me that much. Maksudnya, sesama let’s say pecinta alam akan dengan sendirinya berguguran satu persatu dalam ekspedisi. Apa ini benar? Coba kamu hitung berapa banyak sahabat yang Alam inginkan ia kembali. Mungkin Alam kangen wangi tubuh mereka atau Alam butuh energi tambahan. Mereka yang Alam inginkan adalah biasanya mereka yang baik luar biasa atau yang bandel sehingga pohon tua dan kumbang kecil di tanah ingin saja memakan dia dan hilangkan dari permukaan, masukan saja kedalam, kenapa berani lawan rintang? Tapi sebenarnya, mereka yang mencinta dan bersatu dengan semesta adalah yang disayang semesta. Menurut gue, kalian dan semesta adalah satu. Manusia punya dua tugas. Si Penjaga Permukaan, mereka yang akan terus ada di permukaan, melawan kebodohan rakyat dalam penjara polusi dan kantor 20×20 meter di lantai ratusan gedung pencakar langit itu dan Si Tenaga Dalam, yang akan dipanggil duluan untuk menyatu dengan harum lembabnya tanah terkena air hujan. Mereka yang ikut membantu semesta dengan kekuatan dan cinta mereka terhadap ciptaan ghaib yang diatas sana.

Dan untuk semua sahabat kita yang menjadi Si Tenaga Dalam adalah yang menjadikan semangat dalam oksigen yang kita hirup untuk mari bersama menjadi Si Penjaga Permukaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: