Belajar Step By Step

Kalo di SMP dan kelas 10 karena pelajarannya masih umum ipa, ips, civic, dsb gue selalu nyatet. Even celetukan gurunya gue tulis supaya inget. Kalo mau ulangan gue selalu belajar h-1, gue rangkum ulang pake pulpen warna warni. Abis ngerangkum gue apalin dan sok jadi guru gitu, ngajarin tembok materi gue. Terus subuhnya gue baca ulang, di sekolah gue gak mau nyentuh catetan gue lagi. Gue cuman dengerin orang panik yang belajar di kelas sambil nginget ada yang gue skip gak? Ada yang gak ada di catetan gue gak? Oh iya, kadang gue juga minta fotoin catetan temen gue yang rajin nyatet dan tulisan rapih cuman buat ngebandingin catetan dia sama gue, lebih lengkap siapa, lalu gue satuin di rangkuman. Kelas 11 & 12 karena gue IPA jadi gue gak ngelakuin itu lagi kecuali buat biologi yang ngapalin. Biasanya gue nyari soal yang aplikatif di idup gue, misalnya fisika mekanika hubungannya apa di hidup. Kalo kimia karena gue gak suka jadi gue kerja sama di kelas hahaha maaf ya, gak ngerti gue kimia apalagi bonds dan compound dan kimia karbon anjing. Untuk kuliah gue banyak baca buku, kata bokap gue kuliah itu yang penting banyak referensi. Kamu gak baca buku atau diktat yang disediain sama dosen aja, itu emang cukup tapi akan lebih baik kalo misalnya lo baca banyak lagi. Ketika kuliah menurut gue pengalaman orang lain dan membaca itu sumber pengetahuan lo. Banyak ikut seminar ato baca perkembangan bidang keahlian lo. Kalau yang teknik gue gak tau ya gimana. Ini sih gue aja.

Perbesar link lo terhadap bidang yang lo tekunin. Gue beruntung, bokap dan keluarga gue adalah sumber referensi yang luar biasa. Diversity jurusan bikin gue tau banyak. Mungkin keluarga lo juga ternyata kaya gitu tapi lo gak sadar aja karena lo gak suka bertanya. Misal nih tante gue dulu kerja di WWF, ketika gue buat paper tentang bagaimana kerusakan terumbu karang dan pengaruhnya gue bisa minta bantuan dia, gue bisa minta ebook, journal, ato apalah referensi bagus ke tante gue yang ahli. Beda lagi sama bude gue yang ahli batik dan rotan kalau ada acara suruh bikin instalasi gue tau konstruksi dan bahan yang bagus, yang bisa blend dengan cat ato bisa nempel tanpa perekat, hal hal yang lo gak dapetin di kampus. Bisa juga sama orang komunitas ato siapapun yang ahli di bidangnya. Ketika kuliah (gue tekenin lagi) link itu luar biasa pentingnya. Bukan cuman untuk masa depan tetapi untuk kamu juga saat mencari referensi. Komunikasi dan gaya bahasa juga perlu untuk membangun link tersebut, gak mau kan ketika lo perkenalan udah bikin ilfil?

Gimana cara komunikasi bagus supaya bisa dapet link? First impression is everything, bukan topeng tapi bagaimana kalian menjadi dewasa and deal with the cruel world jadi lah orang yang kalian mau ketemu. Maksudnya gini, ketika lo ketemu dengan orang lo pengennya ketemu yang kaya gimana? Asik? Sok ide?  Banyak bacot gak ada akal? Menyenangkan? Friendly? Jadilah orang yang lo pengen ketemu. Sama kaya saat lo nulis email, lo mau gak nerima email yang gada pembukaan, gak ada ‘Best regards ‘, bahasa membingungkan, grammatically error? Kalau gak mau ya jangan ngirim email kaya gitu. Posisikan diri kalian sebagai penerima.

Oh satu lagi, pilih temanmu. Jangan mau menghabiskan empat tahun kuliahmu dengan orang yang kerjaannya maen, dugem, ngafe, ngemall, dan asik asikan. Sesekali boleh untuk ‘silaturahmi’ jangan keseringan dan jangan sampe lo jadi bagian dari geng itu. Buang buang waktu lo, kuliah yang bener. Tar aja seneng seneng pas lo punya duit sendiri, jangan dugem with parents’ money. Ketika lo berpenghasilan lo akan lebih mengapresiasi setiap rupiah. Bukannya sombong dan picky tapi cobalah untuk dewasa, kuliah adalah pos terakhir sebelum kamu lepas ke dunia kerja. Hidup itu kaya mau sky diving solo, ada training sebelum terjun. Kuliah itu materi yang diberikan di pesawat sebelum terjun, setelah wisuda kamu akan terjun sendirian. Yakin gak mau dengerin baik baik instruktur? Yakin mau ngobrol pas di pesawat? Terus pas terjun mau ngapain? Mati aja jatoh bucat pas nyampe darat. Maybe i take life seriously dan berfikir terlalu dewasa seakan gue gak bersenang senang. Gue bukan kaya gitu, hanya saja gue berusaha tau waktu. The more you surround yourself with pro the less you sweat.

Selamat bereksperimen!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: