High Above The Land

Halo, gue nulis ini sambil nunggu connecting flight ke Denpasar. Btw Ngurah Rai aiport nya bagus banget ya sekarang. Beda sama pas gue pindah pertama ke Bali. Oke yang mau gue omongin sekarang bukan airport tapi pesawat. Sekalian menjawab beberapa pertanyaan di Ask.fm tentang perjalanan memakai pesawat. Basically moda transportasi utama gue ketika bepergian adalah pesawat, selain banyak pilihan maskapai, harga yang ditawarkan juga variatif, dan destinasi juga lebih banyak ketimbang kereta atau kapal. Selain itu waktu! Naik pesawat itu tentu lebih cepat dong ketimbang naik transportasi darat. Selama dua puluh tahunan ini gue udah berkali kali naik turun pesawat dan mencicipi berbagai maskapai dengan segala hal uniknya. Mulai dari pramugara tampan, landing tidak sempurna, penumpang nyentrik, terkunci di kamar mandi, dan cerita jet lag. Gue ingin berbagi pengalaman lucu selama bepergian dengan pesawat.

1. London – Denpasar

Tahun 2002, ini adalah internasional flight pertama gue. Pindah dari Inggris yang dingin dan kering ke Denpasar yang lembab dan panas. Karena terbiasa mandi 3 hari sekali di Inggris sampai lupa akan menetap di negara tropis (yang butuh mandi 2x sehari). Harusnya itu jadwal gue mandi, tapi flight ke Asia berangkat cukup pagi jadi nggak mandi dulu. London Denpasar butuh waktu sekitar 14 jam, nggak merasa lengket jadi nggak merasa perlu untuk seka seka. Masuk ke zona Asia, mungkin karena kelembapan berbeda, orang mulai berkeringat. Yes, i do have problem with odors, terlebih kaki. Yep no shame, i got Gehwol :P. Nyokap gue udah ngasih tau sebelumnya kalo gue harusnya mandi dan pake baju tipis karena kita akan ke daerah tropis. Tapi bandel lah, yaudah gue tidur karena masih ada sekitar 5 jam lagi buat nyampe Denpasar. Pas gue bangun, semua lagi pake masker oksigen, bingung dong, yaudah tenang aja dulu. Ketika semua tenang ternyata tadi ada penyemprotan buat ngilangin odor alias bau gak enak dalam kabin. Tunggu? Jadi…. Ini salah gue dong? Maaf semuanyaaa he he he he.

2. Riyadh – Jakarta

Beberapa taun lalu gue melakukan Middle East trip ke beberapa negara; Qatar, Saudi, UAE, dan Iran selama kurang lebih satu bulan. Pulang ke Jakarta naik Garuda Indonesia, cukup excited karena sudah enek makan lemak, kambing, dan kari. Selain excited karena rindu makanan Indonesia, hal lain yang bikin excited adalah karena gue pergi sendirian. Pergi sendiri mungkin serem sih tapi disisi lain gue sangat menikmati percakapan dengan orang asing. Perjalanan Riyadh – Jakarta kadang penuh sama TKI yang pulang dan berharap nggak balik lagi ke Saudi. Pas duduk, sebelah gue ada ibu yang sepertinya tkw. Tanpa basa basi dia langsung nyerocos setelah pantat gue nempel kursi.

“Neng, abi mah moal da balik lagi ka dieu”, orang sunda rupanya. Artinya “Mba, saya gak mau balik lagi kesini”. Lalu dia mulai cerita panjang bagaimana majikannya memperlakukan dia. “Aduh, da make basa arab susah atuh neng. Teu ngarti, ngan sadekik.” yang artinya “aduh soalnya pake bahasa arab, mbak. gak ngerti, cuman bisa sedikit.”

Wah, jadi selain unskilled secara tenaga tapi juga bahasa, kacau nih. Tandanya banyak masalah tkw itu bukan salah satu pihak saja. Hmm. Saat pramugari selesai memeragakan safety procedure semua penumpang seharusnya sudah duduk karena pesawat siap lepas landas. Pesawat mulai naik dan gue bisa liat kalau kabin miring lalu dengan lugunya, ibu sebelah gue bilang

“neng, ibu bade ka cai heula. Gak kuat, pang jaga keun ieu korsi bisi dicandak” (Mbak, ibu mau ke wc dulu, gak kuat. Tolong jagain kursinya ya takut diambil). LALU DIA BERDIRI JALAN KE WC DENGAN KEADAAN PESAWAT LEPAS LANDAS GUYS. Like i can see the plane is moving up and it is aroud 20 degree or something?? LIKE SUPER SLOPE??

Berniat baik gue berdiri dan kejar ibunya sambil narik paksa buat balik ke tempat duduk “bu calik heula, ieu nembe angkat pesawatna!!” (Bu, duduk dulu, ini baru berangkat pesawatnya)

Setelah dia duduk baru gue jelasin kalo ke toilet itu diperbolehkan setelah pesawat udah stabil di ketinggian berapa dengan indikasi lampu seat bealt di matiin. Berasa pramugari aja. Ngobrol sama orang asing itu nambah ilmu, pengalaman dan membuka perspektif. Kita terus ngobrol tentang keluarganya di Tasik sambil makan nasi goreng. Waw enak banget ya.

3. Qatar – Jeddah

Setiap pesawat pasti punya penyampaian safety procedure yang beda. Pada umumnya mereka pake pramugara dan pramugari yang memeragakan cara make belt, mengembangkan pelampung, dan macem lainnya. Penggunaan audiovisual juga udah mulai populer, misalnya Virgin America pake video lagu dan tarian berkolaborasi dengan LXD; dance community di Amerika. Nah beda di Amerika, beda juga di Timur Tengah. Penerbangan kali ini gue make Saudi Airline yang make teknologi audiovisual buat safety procedure explanation nya. Sebelah gue adalah rombongan umrah plus dari Indonesia. Si Bapak dari tadi fokus melihat ke layar besar di depan yang menayangkan orang Arab lengkap dengan atributnya sedang berbicara bahasa Arab dengan subtitle Bahasa Inggris. Si Bapak terlihat sangat terkagum kagum, setelah pesawat diudara gue kepo kenapa dia terpukau liat video barusan, padahal kan isinya cuman “pelampung darurat berada di bawah kursi anda….” dan lain sebagainya. Prosedural lah ya “kenapa pak?” Lalu dia bilang: “subhanallah sekali ya, kalau naik Saudi Airline sebelum pesawat lepas landas doanya panjang banget. Coba maskapai Indonesia, langsung terbang aja gak pake doa panjang” Gue bingung harus respon apa. Gak salah sih karena awalnya memang ada video doa bepergian yang diawali dengan  Ta’awuz. Gak salah… Cuman… Gak bener juga. Duh gue bingung perlu ngasih tau apa nggak. Yaudalah biarkan.

4. Amsterdam – Jakarta

Perjalanan kali ini gue duduk disebelah seorang profesor dari salah satu kampus impian di Bandung kebetulan jurusan seni rupa yang nyambung dengan gue. Asik banget pokoknya deh. Dia cerita kalo di Belanda abis seminar tentang kreativitas dalam diri manusia. Pembicaraan sangat menarik dan nambah ilmu. Nah beberapa jam setelah jam makan dia tidur ya udah, tidur aja gitu gue juga gak curiga apa apa sampai dia bangun mendadak dengan terengah engah. Tangannya kesana kemari dan mukanya mulai berubah ungu. Gue panik dan manggil pramugari. Masker oksigen turun, makin panik dan bingung gue. Setelah profesor itu stabil kembali dia cerita kalau dia mimpi jatoh dari kursi terus kaget dan tiba tiba gak bisa napas. Sumpah tegang banget serem kirain apaan bikin panik gue. Setelah sekian lama gue masih sering kirim email ke profesor tersebut dan dia suka ngasih buku yang um… Gini prof, bahasannya susah banget saya gak ngerti hehehe jadi cuman baca setengah hehehe maaf ya… Sebenernya masih banyak banget cerita lucu dan aneh dalam perjalanan gue pake pesawat. Babi naik pesawat lah sampai terbang cuman 20 menit dan dikasih makan dimana harus buru buru ngabisin makanan. It is very fun to experience things that extraordinary, i am willing to do it more  #challengeexcepted udah dulu ah pesawat gue mau boarding. Have a nice week guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: